Site icon Informasi Terbaru dan Terpopuler dari Seluruh Indonesia

Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari

Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari

Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari – Sebagian besar dari kita sudah studi untuk membayangkan masa depan yang menginginkan kita menggapai dan menyita langkah-langkah untuk menggapai masa depan itu, menggapai beberapa telaten diri yang menunjang kita menyelesaikan tugas secara efektif dan baik, studi empati dan keterampilan sosial yang terlalu mungkin kita untuk melakukan hal yang efektif dan meraih bantuan dari orang lain kala kita membutuhkannya.

Tetapi tanpa kita sadari, kita semua juga punya bias kognitif, yakni keyakinan yang salah dan menghindar kita dari menggapai apa yang kita menginginkan dan terkadang menyebabkan kita tidak bahagia dari yang seharusnya. Nah, ini juga dapat di artikan sebagai kebiasaan buruk yang harus dihindari, jika kita terlampau betul-betul menginginkan menggapai kesuksesan.

1. Berpikir untuk Jangka Pendek

Untuk paham poin ini, saya menginginkan menanyakan kepada pembaca, jika tersedia seseorang yang tawarkan untuk memberi tambahan kalian duit tunai Rp. 20 juta besok atau sebuah investasi senilai Rp. 10 juta satu th. dari sekarang, mana yang akan kalian pilih?.

Mungkin kebanyakan pembaca akan menentukan duit tunai Rp. 20 juta yang akan di berikan besok, bukan? tapi, kita paham bahwa duit akan cepat habis jika di gunakan tanpa pemeriksaan yang baik. Sedangkan, investasi senilai Rp. 10 juta sebenarnya nilainya lebih kecil, tetapi misalnya di hitung satu th. dari sekarang, nilainya dapat saja meningkat. Kalian barangkali akan meraih lebih banyak dari Rp. 20 juta di masa depan.

Contoh di atas hanya satu indikasi bahwa kebanyakan dari kita, kebanyakan secara tidak sadar, memasang nilai yang lebih tinggi pada kepuasan segera daripada memasang manfaatnya di masa depan. Setiap kali kita makan sesuatu yang kita paham buruk bagi kita, atau menunda tugas hingga tepat sebelum saat tenggat waktu, kita melakukan tawar-menawar yang sama, lebih menyukai keadaan diri kita saat ini daripada keadaan yang jauh lebih baik, yang dapat kita punya di masa depan.

2. Tidak Belajar dari Kesalahan di Masa Lalu

Masa lantas sebenarnya kudu di lupakan, apalagi jika itu dapat mengganggu fokus kita di masa saat ini dan masa depan. Namun, tidak semua masa lantas kudu kita abaikan begitu saja. Contohnya, masa lantas yang di bikin menjadi peristiwa-peristiwa yang bersejarah. Kita semua kudu ingat bahwa peristiwa akan senantiasa terulang kembali, entah kapan moment tersebut akan terjadi.

Baca Juga: Rekomendasi Aplikasi Edit Foto Android Untuk Pemula

3. Terlalu Memikirkan Informasi Negatif

Sebagai contoh, kawan pembaca sudah sukses memberi tambahan pidato paling baik yang belum dulu kalian berikan sebelumnya. Setelah itu, 14 orang singgah untuk menjabat tangan kalian dan memberitahu betapa mereka menyukai pidato kalian. Kemudian, singgah orang ke-15 memberitahu kawan pembaca bahwa apa yang kalian katakan tidak benar dan type penyampaian kalian terlampau amatir.

Bias negatif sebenarnya terprogram di dalam otak kita sebagai mekanisme bertahan hidup. Memperhatikan apa yang salah dan apa yang benar akan menunjang kita senantiasa hidup. Tetapi di dalam kehidupan kita sehari-hari, itu hanya menyebabkan kita menjadi down. Mengubah kecenderungan pada fokus yang negatif itu tidak mudah, dan karena kecenderungan mental kita untuk yang negatif, kudu kewaspadaan seumur hidup untuk mengubah kebiasaan ini. Tapi, itu senantiasa dapat di lakukan.

Daripada terus membayangkan hal-hal yang negatif, coba acuhkan hal positif yang dapat kita ambil dari komen yang tidak mengenakkan tersebut. Misalnya, terus berlatih dan berlatih, juga bersyukur atas pujian yang di berikan oleh pendengar lainnya.

4. Mudah Mempercayai Informasi yang Salah

Penelitian sudah tunjukkan bahwa orang-orang cepat memerhatikan dan yakin masukan yang menunjang pendapat dan keyakinan yang sudah mereka miliki. Selain itu, mereka juga cenderung meremehkan atau tidak mempercayai Info yang tidak cocok bersama keyakinan itu.

Setiap kali kita di hadapkan bersama Info yang tampaknya mengejutkan atau tidak mungkin, tanyakan pada diri sendiri “apakah saya yakin Info ini karena menunjang perspektif yang saya yakini atau sebenarnya ini suatu kenyataan yang dapat dukungan oleh fakta?”

5. Terlalu Mudah Terbawa “Arus Mayoritas”

Hal ini sering di sebut sebagai “ikut-ikutan”, mereka percaya bahwa sesuatu yang banyak di kerjakan oleh banyak orang, itu adalah benar dan kudu di ikuti.

Ini adalah kebiasaan mental lain yang terprogram di dalam diri kita. Selama ribuan tahun, kelangsungan hidup kita bergantung pada penerimaan, juga di dalam kelompok keluarga, suku, atau desa kita. Tetapi, perlu untuk melawan dampak ikut-ikutan ini, khususnya kembali jika yang kita mengikuti bukanlah hal yang benar.

6. Mengakui bahwa Kita Tidak Memiliki Semua Kebiasaan Mental di Atas

Dari semua kebiasaan buruk yang harus dihindari di atas, akan jauh lebih kritis jika kita tidak menjadi punya satupun kebiasaan di atas. Mengapa demikian? Karena tiap-tiap dari kita tentu punya setidaknya beberapa mental buruk layaknya di atas, dan beberapa di antaranya tersedia di dalam pemrograman genetik kita.

Luangkan saat untuk perhitungkan ketentuan yang kita buat, dan analisis yang mendasari ketentuan itu. Jika kita jujur pada diri sendiri, kita akan menyaksikan bias diri kita sendiri. Jika tidak, minta kawan atau kolega untuk masukan yang jujur tentang bias dan analisis kita. Orang lain barangkali dapat menyaksikan pola mental kita lebih baik daripada diri kita sendiri.

Exit mobile version